#008 – Pembunuhan di Depan Laptop

Siang itu, mobil-mobil polisi berdatangan ke tempat rekreasi Alam Mayang. Orang-orang yang tadinya asyik dengan permainannya sendiri, kini berdatangan mengelilingi tempat yang didatangi polisi.

“Hei, apa yang terjadi?” tanya seseorang di antara kerumunan orang itu.

“Aku dengar ada pembunuhan di sana,” jawab orang yang berada di dekatnya.

Benar. Sebuah pembunuhan telah terjadi di taman rekreasi Alam Mayang. Petugas polisi tampak sibuk memeriksa korban dan juga tempat kejadiannya. Korban bernama Hannif, berusia 27 tahun. Penyebab kematiannya adalah kekerasan tumpul di kepala bagian belakang. Waktu kematiannya adalah antara pukul 14.00 – 14.10. Korban ditemukan tewas oleh salah seorang teman baiknya ketika SMA, yaitu Irwan. Setelah menemukan Hannif telah terbaring tidak bernyawa lagi, Irwan segera menghubungi polisi untuk datang ke tempat kejadian.

Siang itu, korban dan ketiga teman baiknya berencana akan melaksanakan acara reuni. Tiga teman baiknya itu ialah Irwan, Joko, dan Kaka. Acara reuni itu akan dilaksanakan di Alam Mayang, tepatnya di tempat kejadian. Mereka bertiga berjanji akan bertemu di tempat itu pada pukul 14.30.

Korban sedang menggunakan laptop miliknya sebelum dibunuh. Sebuah laptop berada di dekat korban dan dalam keadaan menyala. Pada tombol keyboard laptop tersebut, ada bekas darah korban berbentuk jari, tepatnya pada tombol “Ctrl” dan tombol “C”. Darah ini berasal dari tangan kirinya yang berdarah. Diduga tangan kirinya berdarah karena korban memegangi kepalanya yang berdarah setelah dipukul pembunuh. Tangan kanan korban menggenggam mouse laptop miliknya. Apakah maksud dari semua ini? Benar, ini adalah pesan kematian korban dan pembunuhnya tidak menyadari hal ini.

Tidak ditemukan saksi yang melihat langsung pembunuhan karena lokasi reuni mereka adalah tempat yang sepi dan tidak banyak orang di sekelilingnya. Tersangka adalah ketiga teman baik korban dan ketiganya memiliki motif yang kuat, setidaknya cukup kuat untuk membuatnya membunuh korban. Berikut keterangan dari masing-masing tersangka.

Irwan, 27 tahun

Aku sangat terkejut ketika aku datang ke sini. Aku tiba di sini pada pukul 14.30 sesuai janji kami dan ketika itu pula acara reuni kami hancur. Ketika aku tiba, aku sudah menemukan Hannif tewas di tempat reuni kami. Aku segera menelepon polisi ketika itu.

Antara pukul 14.00 dan 14.10, aku sedang pergi jalan-jalan ke mall dan aku pergi sendirian.

Aku kesal karena Hannif pernah menggagalkan pernikahanku. Dia menjelek-jelekkan aku di depan tunanganku dan saat itu pula aku putus hubungan dengan tunanganku. Tetapi, aku sudah memaafkannya dan tidak ingin lagi membahas hal tersebut.

Masing-masing dari kami memiliki julukan yang kami buat saat SMA dulu. Hannif dijuluki dengan Bad Copy karena perilakunya yang kurang baik. Aku sendiri dijuluki Mouse Copy karena wajahku mirip dengan tikus.

Joko, 27 tahun

Aku datang ke sini karena kami sudah berjanji untuk mengadakan reuni di sini dan aku baru tiba di tempat kejadian pada pukul 14.35. Ketika aku tiba di sini, orang-orang sudah ramai mengerumuni tempat reuni kami.

Antara pukul 14.00 dan 14.10, aku sedang dalam perjalanan dan aku pergi sendirian.

Hannif dulu pernah meminjam banyak uang kepadaku. Ketika aku menagih hutangnya itu, dia berkata dengan seenaknya saja, “kapan aku pernah berhutang padamu?” Ayolah, apa kalian pikir aku akan membunuhnya hanya karena hal itu?

Diriku dijuluki dengan Photo Copy karena ketika SMA dulu, aku yang menyelesaikan semua urusan yang berhubungan dengan fotokopi.

Kaka, 27 tahun

Aku datang hampir bersamaan dengan Joko. Ketika aku sampai, aku melihat Joko berlari ke tempat reuni kami. Aku juga heran mengapa begitu banyak orang di tempat reuni kami sehingga aku pun berlari, ingin mengetahui apa yang sedang terjadi. Ternyata, Hannif telah meninggal.

Antara pukul 14.00 dan 14.10, aku sedang dalam perjalanan kemari sambil menelepon temanku, Landung. Silahkan cek log panggilan keluar di handphone milikku jika kau tidak percaya.

Dulu aku kesal karena Hannif pernah menjelek-jelekkan ayahku yang masuk penjara. Aku sudah menyuruhnya untuk tutup mulut, tetapi dia malah membeberkan semuanya dan membuat cerita bohong yang menjelek-jelekkan ayahku. Aku kesal sekali ketika itu. Tetapi, itu hanyalah masa lalu. Aku sudah melupakan hal itu.

Sewaktu SMA, aku dijuluki dengan Copy Cat karena aku suka meniru orang lain, mulai dari penampilan, gaya bicara, dan hal-hal lainnya.

Siapakah sebenarnya yang membunuh Hannif?

Catatan: Semua tokoh, nama tokoh, watak, dan kejadian di atas hanyalah rekayasa. Jika ada kesamaan dengan kejadian yang asli, kami mohon maaf karena kami tidak berniat untuk menulis ulang kejadian tersebut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s