#018 – Ini Anak Saya

Sore itu ayah dan anak laki-lakinya sedang berkeliling kota dengan naik mobil. Sang ayah sangat sayang dengan anaknya dan ingin membawa anaknya melihat suasana kota yang sibuk di sore hari. Sang anak sangat senang diajak jalan-jalan, apalagi jalan-jalan bersama ayahnya.

Di persimpangan jalan, akibat terlalu senang bercanda dengan anaknya ketika mengendarai mobil, sang ayah tidak menyadari lampu lalu lintas telah berubah dari hijau menjadi merah, pertanda setiap kendaraan harus berhenti. Sang ayah yang menganggap lampu hijau masih menyala terus saja melajukan mobilnya.

Walhasil, kecelakaan terjadi. Mobil yang dikemudikan sang ayah ditabrak dari samping oleh mobil lainnya. Semua kendaraan di persimpangan jalan itu berhenti dan semuanya hanya bisa memperhatikan dua buah mobil yang baru saja bertabrakan di depan mata mereka.

Tidak lama kemudian, mobil ambulans datang. Keteledoran Ayah harus dibayar dengan nyawanya sendiri. Sang ayah meninggal di tempat kecelakaan dan syukurlah anaknya masih selamat. Akan tetapi, anaknya menderita banyak luka yang cukup parah sehingga anaknya harus dibawa ke rumah sakit.

Sesampainya di rumah sakit, sang anak dibawa masuk ke dalam. Perawat memanggil seorang dokter untuk merawat anak itu. Ketika dokter datang, alangkah kagetnya dokter itu. Ia segera berlari menghampiri anak tadi.

“Loh? Ini kan anak saya. Mengapa kamu seperti ini, nak?” tanya dokter itu.

Siapakah dokter itu?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s