#025 – Misteri Jalanan

Waktu itu masih pagi. Jam menunjukkan pukul 7 pagi. Akan tetapi, ada yang berbeda di jalan Pasir Putih ketika pagi itu. Jalan yang biasanya sepi itu mengundang orang-orang untuk berhenti di sana. Kerumunan orang berkumpul di pinggir jalan mengelilingi sesuatu. Apa itu? Mayat seorang wanita!

“Cepat panggil polisi!” teriak salah seorang dari mereka.

Seorang yang lain tampak mengeluarkan handphone dari saku celananya dan segera menelepon polisi.

Tidak lama setelah itu, polisi datang ke jalan Pasir Putih. Seorang petugas polisi mengecek mayat wanita tersebut, mencari penyebab kematiannya dan juga mencari petunjuk yang mungkin bisa memberitahu siapakah pelakunya. Setelah melakukan penyelidikan, diketahui bahwa

Nama korban : Sulis Rahmawati
Umur : 30 tahun
Status : kawin
Alamat : jalan Dr. Sutomo no. 46
Waktu kematian : 01.00 – 01.10 WIB

Ternyata rumah korban tidaklah jauh dari TKP. Dari rumah korban ke TKP butuh waktu 10 menit jika naik mobil. Polisi mencoba mencari seorang saksi yang melihat pembunuhan ini. Namun, tidak ditemukan seorang pun. Tidak diherankan, karena jalan ini sering sepi, apalagi pada waktu dini hari.

“Ini kasus yang sulit. Tolong panggil detektif BP,” perintah inspektur polisi.

Seorang petugas polisi menelepon detektif BP dan ia akan datang sebentar lagi. Sedikit mengenai detektif BP, tidak ada seorang pun yang tahu mengapa ia dipanggil detektif BP. Ia merahasiakan hal tersebut. Tetapi, hal itu tidaklah terlalu penting. Yang penting adalah ia sering membantu polisi mengungkap misteri dari kasus-kasus yang ditangani polisi.

Sepuluh menit berselang, detektif BP telah tiba di TKP. Detektif BP mendengar penjelasan mengenai kasus ini dari inspektur polisi. Setelah itu, ia mengecek tas bawaan korban dan menemukan sebuah kartu nama. Pada kartu nama itu tercantum nomor telepon rumahnya.

BP : “Inspektur, boleh aku pinjam handphone milikmu?”

Inspektur : “Untuk apa?”

BP : “Aku ingin menelepon ke rumah korban. Siapa tahu kita bisa dapat petunjuk.”

Inspektur : “Kenapa tidak pakai handphone milikmu sendiri?”

BP : “Pulsanya nggak ada. Kemarin dipakai untuk online Facebook.”

Inspektur : “Dasar! Kalau bukan untuk penyelidikan, tidak akan kupinjamkan. Ini!”

BP : “Terima kasih, inspektur.”

BP segera menelepon ke telepon rumah korban. Terdengar suara seseorang yang mengangkat teleponnya.

BP : “Benarkah ini rumah ibu Sulis?”

??? : “Iya, benar. Anda siapa?”

BP : “Saya temannya. Apakah Anda suaminya?”

??? : “Benar. Saya adalah suami ibu Sulis”

BP : “Saya ingin memberitahukan kabar duka. Istri Anda telah tewas.”

Suami korban : “Apa? Itu tidak mungkin!”

BP : “Benar, Pak. Saya tidak bohong. Sekarang, datanglah kemari. Secepatnya.”

Suami korban : “Baiklah, saya akan ke sana.”

Sepuluh menit kemudian. Sebuah mobil Innova berhenti di TKP. Seorang lelaki keluar dari mobil tersebut dan segera menemui polisi. Benar, itu adalah suami korban.

Suami korban : “Saya suaminya Sulis. Siapa yang membunuh istri saya? Cepat katakan!”

BP : “Anda benar-benar ingin tahu?”

Suami korban : “Tentu saja. Cepat katakan!”

BP : “Tidak mungkin Anda tidak tahu siapa pembunuhnya.”

Suami korban : “Apa maksudmu? Siapa pelakunya?”

BP : “Semua sudah jelas sekarang, Pak. Anda pembunuhnya! Polisi, cepat tangkap dia!”

Setelah diinvestigasi di kantor polisi, akhirnya suami korban mengakui perbuatannya. Ia telah membunuh istrinya sendiri di rumahnya. Kemudian, ia membawa mayat istrinya ke jalan Pasir Putih karena ia tahu jalan ini sangat sepi pada dini hari.

Satu lagi penghargaan diberikan kepada detektif BP. Tetapi, yang jadi pertanyaannya adalah bagaimana caranya BP bisa tahu bahwa suami korban adalah pembunuhnya?

Catatan: Semua tokoh, nama tokoh, watak, dan kejadian di atas hanyalah rekayasa. Jika ada kesamaan dengan kejadian yang asli, kami mohon maaf karena kami tidak berniat untuk menulis ulang kejadian tersebut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s