#030 – Tebak Warna Topi

Adi, Budi, dan Cahyadi adalah tiga anak yang bandel, tetapi mereka adalah anak yang pintar. Pak guru menantang mereka menyelesaikan sebuah permainan. Permainannya adalah tebak warna topi.

Dalam permainan ini, Adi, Budi, dan Cahyadi berbaris berbanjar ke belakang. Adi berdiri paling depan diikuti dengan Budi dan Cahyadi berturut-turut di belakangnya. Masing-masing dari mereka harus menghadap ke depan, tidak boleh melihat ke belakang.

Pak guru memiliki 5 buah topi, 3 topi biru dan 2 topi hijau. Masing-masing dari mereka dipasangkan satu buah topi dan mereka tidak mengetahui topi warna apa yang terpasang di kepalanya.

Dalam barisan ini, jelas bahwa orang yang di belakang bisa mengetahui warna topi orang di depannya. Jadi, Cahyadi tahu warna topi Budi dan Adi, Budi tahu warna topi Adi, sedangkan Adi tidak tahu warna topi siapa pun. Persiapan permainan selesai. Ketiga anak ini dinyatakan menang jika salah satu dari mereka dapat mengetahui warna topi yang terpasang di kepalanya.

Permainan dimulai. Pak guru terlebih dahulu bertanya kepada orang yang berada paling belakang, yaitu Cahyadi. Pak guru bertanya, “apa kamu tahu warna topi yang ada di kepalamu?” Cahyadi menjawab, “saya tidak tahu, Pak.”

Kemudian, pak guru bertanya kepada orang yang berada di depan Cahyadi, yaitu Budi. Pak guru menanyakan hal yang sama, “apa kamu tahu warna topi yang ada di kepalamu?” Budi menjawab, “saya tidak tahu juga, Pak.”

Terakhir, pak guru bertanya kepada orang yang paling depan, yaitu Adi. Pak guru bertanya, “apa kamu tahu warna topi yang ada di kepalamu?” Adi menjawab, “ya, saya tahu, Pak.”

Pak guru kembali bertanya, “kalau memang kamu tahu, apa warna topi yang ada di kepalamu?” Adi menjawab, “warna topi saya adalah …”

“Bagus, bagus. Kalian memang anak yang pintar, tapi kok bandel ya? (¬ _ ¬)”

Permainan berakhir dengan kemenangan Adi, Budi, dan Cahyadi. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah warna topi Adi dan bagaimana cara Adi mengetahui warna topinya?

Catatan: Semua tokoh, nama tokoh, watak, dan kejadian di atas hanyalah rekayasa. Jika ada kesamaan dengan kejadian yang asli, kami mohon maaf karena kami tidak berniat untuk menulis ulang kejadian tersebut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s